TOP NEWS

Senin, 01 Oktober 2012

MARI BERKENALAN DENGAN ULAR


MARI BERKENALAN DENGAN ULAR
Hai kawan-kawan petualang!!!! Tau dong dengan hewan yang satu ini...
Yak,,,ularrrr...(waw5X)..hmm jika dibayangkan ular itu hewan yang menakutkan bukan...?? yayayaya..itu juga bayangan saya sebelum ikut acara Kartini Jungle Survival..hehehe
Tapi setelah ikut,,emm ya lumayan laahh dikit2 rasa takut itu ilang coz dikasi tau nih oleh SIOUX indonesia tentang cara-cara mengenali ular, menangkap ular, dan penanganan jika digigit... mau tau selengkapnya?? Yuk mariyukk ikuti sampai akhir yahhh...jangan tutup mata looo...cermati dan resapi yahhh

1. Apa sih sebenarnya bisa ular itu?
Bisa disini bukan berarti dapat atau can lohh...heee tapiii
Bisa ular sebenarnya adalah saliva (kelenjar ludah) yang termodiikasi. Dalam bisa tersebut terdapat banyak konstituen terutama protein termasuk didalamnya enzim dan toksin polipeotida. Volume bisa yang masuk dalam tubuh akan sangat bervariasi tergantung pada jenis ular dan ukurannya. Tapi kawan, jangan menilai nular dari ukuran tubuhnya aja lohh,, karena ular yang kecil pun bisanya dapat membunuh. (yuk tetap hati-hati)
2. Bagaimana ya cara membedakan ular yang berbisa dan tidak berbisa?
Sebenarnya tidak ada aturan baku dan sederhana untuk membedakan ular berbisa dan tidak berbisa. Tapi kawan, ada hal yang bisa menjadi acuan identifikasi ular berbisa walau bukan hal yang baku. Ini ni kawan ciri2nya:
a.     Ular berbisa itu biasanya bentuk kepalanya segitiga (mengacu pada janis ular viperidae). Tapi ada juga yang kepalanya membulat seperti ular kobra.
b.     Memiliki gigi dengan taring bisa, gigitannya biasanya membekas dua gigi
c.       Perilakunya ketika bertemu dengan manusia bisanya sangat tenang (waaa stay cool yahh)
d.     Ada “pit” lubang seperti hidung di antara hidung dan mata. Tapi itu juga terdapat pada jenis ular piton yang ga berbisa. Heee
Kawan, sekali lagi hal tersebut bukan acuan baku yaa karena itu Cuma untuk sebagian ular bebisa aja bukan untuk acuan umum. Kalo ingin tau yang terbaik ya dengan mengenal ular satu persatu dari gambar, morfologi, dan perilakunya..
Kalo di Indonesia sii ular berbisa akan lebih mudah dikenali karena hanya 10% dari total spesies ular yang ada di Idonesia yang mempunyai bisa tinggi dan mematikan, dan dari 10% itu yang mengakibatkan kematian pada manusia hanya beberapa spesien aja soalnya sebagian sangat jarang bersinggungan dengan manusia secara langsung.

3. Mengapa ular menggigit manusia?
Hmm..penasaran yaa?
Gini ni kawan, sebenarnya ular adalah hewan yang tidak menyerang tanpa provokasi. Dia lebih memilih untuk menghindari manusia jika memungkinkan bahkan ular kobra sekalipun. Ular menyerang manusia karena dia merasa terpojok dan terancam. Nah, sebenarnya menggigit itu adalah bentuk pertahanan terhadap ancaman manusia. Kebanyakan gigitan ular itu dikarenakan faktor ketidaksengajaan dan kebetulan. Sebagian korban korban adalah orang yang bekerja di lapangan, seperti petani sawah, petani perkebunan teh, kopi, atau buah-buahan. Nah ada kemungkinan mereka tidak menyadari akan keberadaan ular sehingga saat sedang melakukan aktivitas secara tidak sadar tangan/kaki mereka menjangkau ular itu. Tapi ada juga laporan gigitan ular berbisa di perkotaan, kemungkinan besar dikarenakan faktor cuaca dan rusaknya habitat ular sehingga ular bisa sampai deh di permukiman warga.

4.     Bagaimana cara menghindari gigitan ular?
Gigitan ular sangat bersifat insidentil, kadang kebetulan, sehingga sulit untuk benar2 menghindarinya. Tapi kawan, yang perlu diketahui nihh “ULAR TIDAK TAKUT GARAM” dan belum ada cairan apapun yang bisa mengusir ular.
Hmmm,, jangan khawatir masih ada acuan ni untuk menghindari gigitan:
a.     BELAJAR! Pelajari ular yang berada di sekitar lingkunagan tempat tinggal. Kenali ciri-cirinya, tempat mereka biasa berada, aktivitas ular (siang atau malam), cuaca yang mendukung mereka.
b.     WASPADALAH! Waspada kemungkinan datangnya ular misalnya ketika musim hujan, musim panen, saat banjir, dan juga pada malam hari.
c.       JAUHKAN anak-anak dari lingkungan yang diduga ada ularnya.
d.     GUNAKAN PENERANGAN jika berjalan pada malam hari.
e.     JAUHI ULAR sebisa mungkin, jangan memegang ular di alam bebas, janagn memojokkan ular karena ular akan menyerang dengan intensif
f.       HINDARI! Hindari tidur di bawah/tanah.
g.     JANGAN MENUMPUK barang-barang atau sampah di lingkungan tempat tinggal karena dapat mengundang ular untuk tinggal di sana.
h.      TUTUP LUBANG drainase dengan kawat sehingga ular tidak bisa masuk.
i.        TEBANG POHON yang memungkinan menjadi media ular masuk ke rumah misalnya pohon yang batangnya menjorok ke dalam rumah.
j.        CEK BERKALA lingkungan tempat tinggal dari kemungkinan adanya ular.

0 komentar: