MARI BERKENALAN DENGAN ULAR
MARI
BERKENALAN DENGAN ULAR
Hai
kawan-kawan petualang!!!! Tau dong dengan hewan yang satu ini...
Yak,,,ularrrr...(waw5X)..hmm
jika dibayangkan ular itu hewan yang menakutkan bukan...?? yayayaya..itu juga
bayangan saya sebelum ikut acara Kartini Jungle Survival..hehehe
Tapi
setelah ikut,,emm ya lumayan laahh dikit2 rasa takut itu ilang coz dikasi tau
nih oleh SIOUX indonesia tentang cara-cara mengenali ular, menangkap ular, dan
penanganan jika digigit... mau tau selengkapnya?? Yuk mariyukk ikuti sampai akhir
yahhh...jangan tutup mata looo...cermati dan resapi yahhh
1. Apa sih sebenarnya bisa ular itu?
Bisa disini bukan berarti dapat atau can lohh...heee
tapiii
Bisa ular sebenarnya adalah saliva (kelenjar ludah) yang termodiikasi. Dalam bisa tersebut
terdapat banyak konstituen terutama protein termasuk didalamnya enzim dan
toksin polipeotida. Volume bisa yang masuk dalam tubuh akan sangat bervariasi
tergantung pada jenis ular dan ukurannya. Tapi kawan, jangan menilai nular dari
ukuran tubuhnya aja lohh,, karena ular yang kecil pun bisanya dapat membunuh.
(yuk tetap hati-hati)
2. Bagaimana ya cara
membedakan ular yang berbisa dan tidak berbisa?
Sebenarnya tidak ada aturan baku dan sederhana untuk
membedakan ular berbisa dan tidak berbisa. Tapi kawan, ada hal yang bisa
menjadi acuan identifikasi ular berbisa walau bukan hal yang baku. Ini ni kawan
ciri2nya:
a.
Ular berbisa itu
biasanya bentuk kepalanya segitiga (mengacu pada janis ular viperidae). Tapi ada juga yang kepalanya
membulat seperti ular kobra.
b.
Memiliki gigi
dengan taring bisa, gigitannya biasanya membekas dua gigi
c.
Perilakunya
ketika bertemu dengan manusia bisanya sangat tenang (waaa stay cool yahh)
d.
Ada “pit” lubang seperti hidung di antara
hidung dan mata. Tapi itu juga terdapat pada jenis ular piton yang ga berbisa.
Heee
Kawan, sekali lagi hal tersebut bukan acuan baku yaa
karena itu Cuma untuk sebagian ular bebisa aja bukan untuk acuan umum. Kalo
ingin tau yang terbaik ya dengan mengenal ular satu persatu dari gambar,
morfologi, dan perilakunya..
Kalo di Indonesia sii ular berbisa akan lebih mudah
dikenali karena hanya 10% dari total spesies ular yang ada di Idonesia yang
mempunyai bisa tinggi dan mematikan, dan dari 10% itu yang mengakibatkan
kematian pada manusia hanya beberapa spesien aja soalnya sebagian sangat jarang
bersinggungan dengan manusia secara langsung.
3. Mengapa ular
menggigit manusia?
Hmm..penasaran yaa?
Gini ni kawan, sebenarnya ular adalah hewan yang
tidak menyerang tanpa provokasi. Dia lebih memilih untuk menghindari manusia
jika memungkinkan bahkan ular kobra sekalipun. Ular menyerang manusia karena
dia merasa terpojok dan terancam. Nah, sebenarnya menggigit itu adalah bentuk
pertahanan terhadap ancaman manusia. Kebanyakan gigitan ular itu dikarenakan
faktor ketidaksengajaan dan kebetulan. Sebagian korban korban adalah orang yang
bekerja di lapangan, seperti petani sawah, petani perkebunan teh, kopi, atau
buah-buahan. Nah ada kemungkinan mereka tidak menyadari akan keberadaan ular
sehingga saat sedang melakukan aktivitas secara tidak sadar tangan/kaki mereka
menjangkau ular itu. Tapi ada juga laporan gigitan ular berbisa di perkotaan,
kemungkinan besar dikarenakan faktor cuaca dan rusaknya habitat ular sehingga
ular bisa sampai deh di permukiman warga.
4.
Bagaimana cara
menghindari gigitan ular?
Gigitan ular sangat bersifat insidentil, kadang
kebetulan, sehingga sulit untuk benar2 menghindarinya. Tapi kawan, yang perlu
diketahui nihh “ULAR TIDAK TAKUT GARAM” dan belum ada cairan apapun yang bisa
mengusir ular.
Hmmm,, jangan khawatir masih ada acuan ni untuk
menghindari gigitan:
a.
BELAJAR! Pelajari
ular yang berada di sekitar lingkunagan tempat tinggal. Kenali ciri-cirinya,
tempat mereka biasa berada, aktivitas ular (siang atau malam), cuaca yang
mendukung mereka.
b.
WASPADALAH!
Waspada kemungkinan datangnya ular misalnya ketika musim hujan, musim panen,
saat banjir, dan juga pada malam hari.
c.
JAUHKAN anak-anak
dari lingkungan yang diduga ada ularnya.
d.
GUNAKAN
PENERANGAN jika berjalan pada malam hari.
e.
JAUHI ULAR sebisa
mungkin, jangan memegang ular di alam bebas, janagn memojokkan ular karena ular
akan menyerang dengan intensif
f.
HINDARI! Hindari
tidur di bawah/tanah.
g.
JANGAN MENUMPUK
barang-barang atau sampah di lingkungan tempat tinggal karena dapat mengundang
ular untuk tinggal di sana.
h.
TUTUP LUBANG
drainase dengan kawat sehingga ular tidak bisa masuk.
i.
TEBANG POHON yang
memungkinan menjadi media ular masuk ke rumah misalnya pohon yang batangnya
menjorok ke dalam rumah.
j.
CEK BERKALA
lingkungan tempat tinggal dari kemungkinan adanya ular.


0 komentar: