sekelumit petualanganku di kartini jungle....
Peserta pelatihan berjumlah duabelas orang, terdiri
atas sembilan mahasiswa dan dua reporter dari televisi swasta. Kebanyakan
peserta berasal dari mahasiswa pecinta alam. Kegiatan pelatihan “Kartini Jungle Survival Basic Course”
dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari tanggal 17-21 April 2012. Berikut
adalah berita selengkapnya:
Hari Pertama
Kegiatan hari pertama dimulai dengan
registrasi pada pukul 07.00 dilanjutkan upacara beserta pembukaan lalu
pemberian matrei ruang. Akan tetapi, karena ada masalah transportasi maka kami
mengikuti acara tersebut mulai pukul 11.45 pada saat pemberian materi ruang
tentang teknik survival. Isi dari materi yang disampaikan antara lain cara-cara
bertahan hidup di hutan, cara mendirikan tempat berteduh dan istirahat, cara
membuat api, cara mencari air, cara mendapatkan makanan di hutan, dan teknik
survival lainnya. Materi tersebut merupakan materi terakhir yang diberikan di
ruangan sebelum peserta melakukan kegiatan di lapangan.
Acara selanjutnya yaitu ISOMA serta
persiapan packing. Waktu istirahat saya gunakan untuk registrasi dan mengurus
administrasi yang belum terpenuhi, setelah itu makan siang dan berkenalan
dengan peserta lain. Dari Jogjakarta saya beserta teman saya Nurjanah Safitri yang
meupakan Kartini Jungle 2010 dan bertugas menjadi pedamping untuk membantu
berjalannya acara tersebut. Setelah
sekitar satu jam istirahat, acara dilanjutkan dengan packing barang. Semua
barang yang ada dalam carier dikeluarkan dan diperlihatkan ke panitia untuk di
cek. Perlengkapan yang harus dibawa yaitu sebagai berikut :
·
Ransel 70 liter
·
Matras
·
Ponco atau flysheet
·
Rain Coat
·
Sleeping Bag
·
Jaket atau sweater
·
Celana lapangan hitam
·
Pakaian ganti
·
Sepatu lapangan atau jungle boot
·
Kaos kaki + cadangan
·
Peralatan masak (nesting, kompor parafin
+ parafin)
·
Peralatan makan (piring, cangkir,
sendok)
·
Peralatan mandi
·
Obat-obatan pribadi
·
Webing, carabiner, figur of eight
·
Sarung tangan kulit
·
Golok tebas, pisau lipat
·
Senter, batu baterai, lampu cadangan
·
Lilin dan korek api
·
Peluit
·
Buku catatan dan alat tulis
·
Trash bag besar
·
Tali pramuka
Sebelum
memasukkan perlengkapan ke carier, peserta diajarkan memakai pengaman dari
webbing dan carabiner. Semua peserta harus menggunakan pengaman ketika berada
di lapangan. Perlengkapan yang sudah dicek dipacking dengan teknik yang
diajarkan oleh pelatih. Peserta berangkat menuju camp 1 setelah semua siap dan
melakukan sesi foto. Selama perjalanan peserta diajarkan tentang teknik yang
tepat untuk mendaki gunung, mengenali teknik membawa carier, mengenali cara
mengatasi hambatan jika dalam perjalanan mengalami kendala.
Di Camp 1,
dilakukan pembagian kelompok menajdi dua yang terdiri dari ketua dan anggota. Kegiatan
yang dilakukan di Camp 1 yaitu:
1. Pembuatan
bivak ponco beregu. Bivak dibuat dengan ponco atau flysheet peserta. Peserta
ditunjukkan tempat untuk mendirikan bivak dan diajarkan tentang hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam mendirikan bivak seperti tempat yang sesuai, arah
angin, kemiringan tempat, keadaan sekitar. Selain itu, peserta diajarkan
tentang cara menali dalam pendirian bivak, cara mematok, serta pembuatan parit.
Pembuatan bivak berjalan dengan lancar serta kerjasama antarpeserta dapat berjalan
dengan baik. Kegiatan membuat bivak berlangsung hingga sore hari. Tidak terjadi
hambatan yang berarti dalam penbuatan bivak, akan tetapi perlu kecepatan dalam
membuat karena cuaca pada saat itu terlihat mendung.
2. Memasak.
Bahan makanan yang digunakan ialah ransum yang disediakan oleh panitia untuk
persediaan setiap peserta selama berada di hutan. Dari kegiatan memasak peserta
dapat belajar memasak dengan kompor parafin dan nesting. Dalam kegiatan memasak
kerjasama antarpeserta juga terlihat baik karena bahan makanan yang digunakan
untuk memasak dapat terpakai secara merata sesuai dengan jatah yang diberikan
masing-masing peserta. Kerjasama antarpeserta juga terlihat dari pembagian
kerja, yaitu ada sebagian peserta yang memasak dan sebagian lainnya mencari
kayu untuk membuat perapian. Tidak terdapat hambatan dalam kegiatan memasak.
3. Membuat
perapian. Setelah peserta melakukan kegiatan memasak dan makan, kegiatan berikutnya
ialah membuat perapian. Dari kegiatan membuat perapian peserta mengenali
pemilihan kayu yang tepat untuk perapian, mengetahui teknik dalam menyalakan
api, cara menyusun kayu agar api dapat menyala, serta mengetahui tempat yang
tepat untuk menyalakan api. Hambatan yang terjadi dalam pembuatan api ialah api
sukar menyala, hal ini disebabkan pada saat itu hujan turun serta persediaan
kayu kurang banyak dan kayu yang tersedia dalam keadaan basah, serta pembuatan
api dilakukan pada saat keadaan sudah gelap.
4. Evaluasi.
Evaluasi diadakan setiap hari oleh panitia. Akan tetapi pada hari petama
evaluasi ditunda karena hujan turun sehingga kurang memungkinkan untuk diadakan evaluasi pada hari tersebut. Selain
itu, evaluasi ditiadakan dengan pertimbangan keadaan bivak peserta. Keadaan
alas bivak yang saya tempati basah karena parit yang dibuat kurang dalam dan
memungkinkan air membasahi alas.
5. Istirahat.
Hari kedua
Kegiatan dihari
kedua dimulai pukul 08.00. Sebelumnya peserta membongkar bivak dan packing barang
karena kegiatan di hari kedua akan dilakukan di Camp 2. Dalam perjalanan menuju
Camp 2 peserta belajar teknik berjalan melewati bukit serta mengenali teknik
berjalan menuruni lembah. Kendala yang terjadi yaitu peserta terpeleset ketika
menaiki maupun menuruni bukit. Kegiatan yang dilakukan di Camp 2 yaitu:
1. Membuat
bivak alam. Bivak alam dibuat dengan daun-daunan dan batang yang ada di hutan.
Sebelum mendirikan bivak, peserta mengenali tempat yang tepat untuk mendirikan,
mencari kayu atau penyangga untuk membuat bivak alam, mencari daun yang dapat
digunakan sebagai atap maupun alas. Kerjasama antar peserta terlihat baik
karena telah dilakukan pembagian tugas pada peserta, dan tiap-tiap peserta
mengerjakan tugas tersebut dengan semangat. Pembuatan bivak berlangsung hingga
siang hari, akan tetapi dilakukan perbaikan pada sore hari setelah materi
tentang botani dan trap. Kendala yang terjadi dalam pembuatan bivak yaitu
pemasangan daun sebagai atap yang terbalik serta kurang kencang (tidak dianyam)
sehingga ketika terjadi hujan pada malam harinya air masuk dan membasahi alas;
pemilihan kayu untuk menyangga atap juga menjadi kendala, karena pada saat
terjadi hujan penyangga tidak kuat menyangga daun yang basah.
2. Materi
botani. Dalam materi botani peserta diberikan materi pengenalan tumbuh-tumbuhan
yang ada di hutan yang dapat dikonsumsi serta pengenalan tumbuhan yang
seharusnya tidak dikonsumsi, tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan obat.
Hambatan yang terjadi yaitu kesulitan dalam membedakan tumbuhan karena tumbuhan
satu dengan yang lainnya hampir sama, pengenalan tumbuhan dengan nama latin
juga menjadi kendala.
3. Materi
trap. Dlam materi trap peserta dikenalkan bermacam-macam trap untuk menjebak
binatang, diajarkan cara membuat trap, mengenali tempat yang sesuai untuk
memasang trap, mengenali jejak binatang serta tempat yang sering dilalui
binatang. Kegiatan berjalan lancar dan banyak peserta yang antusias untuk
memperhatikan dan mencoba. Kendala yang ada yaitu tidak pada saat membuat salah
satu trap tidak dilakukan hingga selesai sehingga trap yang dimaksud belum
terlihat dengan jelas. Materi trap dilaksanakan setelah materi botani selesai
hingga pukul 14.00. kegiatan selanjutnya yaitu menyelesaikan bivak, memasak,
dan membuat perapian.
4. Membuat
perapian. Perapian dibuat dengan mengumpulkan kayu terlebih dahulu. Sebagian
peserta menyelesaikan bivak dan sebagian lainnya membuat perapian. Kendala yang
terjadi yaitu penyusunan kayu untuk perapian belum tepat sehingga api masih
sukar menyala serta kayu yang tersedia kurang banyak; pembuatan perapian juga
dilakukan pada malam hari dimana pada saat itu hujan turun sehingga membuat
kayu basah dan mmebuat api lama menyala.
5. Evaluasi.
Pada malam kedua hujan kembali turun sehingga evaluasi ditunda dan dilanjutkan
kegiatan istirahat.
Hari
ketiga
Kegiatan di hari
ketiga dimulai pukul 08.00 diawali dengan packing barang oleh peserta. Kegiatan
untuk pagi harinya berada di Camp 2. Kegiatan tersebut meliputi:
1. Materi
perapian. Materi ini disampaikan oleh Kang Hendra. Peserta diberikan materi
tentang cara-cara membuat api, benda-benda yang dapat menimbulkan api misal:
kaca pembesar, pemantik magnesium, kayu, parafin, aul, serutan kayu. Para
peserta diberikan kesempatan untuk mencoba alat-alat yang sudah disediakan
untuk menimbulkan api. Kegiatan berjalan lancar dan dilanjutkan dengan kegiatan
pembuatan api oleh masing-masing peserta. Hambatan dalam kegiatan ini adalah
perapian yang dibuat oleh masing-masing peserta belum menyala tetapi waktu
untuk meteri perapian telah selesai.
2. Memasak
dengan bambu. Materi ini disampaikan oleh Kang Makmur. Peserta diajarkan cara
memasak dengan bambu yang kemudian dibakar. Peserta diajarkan cara memilih
bambu, membuka bagian tengahnya, serta membersihkan bagian dalam bambu, kemudian
kegiatan memasukkan bahan makanan dalam bambu yang dilanjutkan dengan
pemanggangan bambu. Masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk membuat
alat masak dari bambu yaitu mulai dari membelah bagian tengahnya hingga
membersihkan bagian dalamnya dengan air. Hambatan dalam kegiatan ini yaitu
peserta belum mencoba memasukkan makanan dalam bambu serta memanggangnya.
3. Mencari
air. Materi ini disampaikan oleh Kang Makmur. Peserta diajarkan cara mencari
air selain dari sungai. Teknik mencari air antara lain : kondensasi (membungkus
ujung ranting yang banyak daun), pohon pisang yang dipotong bagian bawahnya dan
dilubagni, embu, lumut, dan lain-lain. Kegiatan berjalan dengan lancar dan
semua peserta antusias untuk mencoba.
4. Istirahat.
Peserta diberikan waktu untuk ISOMA selam satu jam. Peserta memasak ransum
secara berkelompok.
5. Packing
ulang. Kegiatan ini dipandu oleh Kang Emon. Dalam kegiatan packing ulang
peserta diwajibkan mengumpulkan ransum beserta segala macam makanan kepada
panitia. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan peserta untuk survival
dengan memanfaatkan dan menerapkan materi yang telah diajarkan sebelumnya. Kegiatan
berjalan dengan lancar, semua peserta mengumpulkan ransum beserta makanan
lainnya.
6. Perjalanan
menuju Camp 3. Dalam perjalanan menuju Camp 3 peserta diberikan kesempatan
untuk mengambil daun-daunan yang akan digunakan untuk survival selama di hutan.
Peserta antusias untuk mengambil daun-daun yang ada di sekitar perjalanan
menuju Camp 4. Selain mengambil daun-daunan peserta juga mengambil akar yang
akan digunakan untuk tali dlam pembuatan bivak.
7. Pembuatan
bivak. pembuatan bivak di Camp 3 dilakukan oleh peserta secara individu. Bivak
yang dibuat yaitu bivak alam. Peserta mencari tempat yang sesuai serta mencari
bahan-bahan untuk menirikan bivak. bivak yang dibuat digunakan peserta untuk
istirahat pada malam harinya. Antara peserta satu dengan peserta lainnya
membuat bivak dengan bentuk yang berbeda-beda seseuai dengan selera dan
kebutuhan. Pembuatan bivak berjalan hingga sore hari dilanjutkan dengan
kegiatan memasak menggunakan hasil alam yang telah didapat selama perjalanan
serta hewan yang diberikan oleh panitia. Kegiatan ini berjalan dengan lancar
dan peserta semangat untuk mendirikan bivak.
8. Evaluasi.
Pada hari ketiga cuaca terang dan diadakan evaluasi oleh Kang Daway sebagai
komandan dalam acara “Kartini Jungle
Survival Basic Course”. Dalam evaluasi dibahas tentang kegiatan selama 3
hari sebelumnya serta diberikan informasi tentang keadaan di sekitar bivak
untuk menjaga keamanan. Evaluasi dilakukan hingga pukul 21.00. evaluasi
berjalan dengan lancar hanya saja peserta menjadi was-was dengan keadaan
disekitar bivak yang telah dibuat.
9. Istirahat.
Peserta istirahat dalam bivak yang telah dibuat
serta membuat perapian. Kendala dalam kegiatan ini ialah sebagian
peserta tidak membuat perapian.
Hari keempat
Kegiatan
di hari keempat diawalai dengan pembongkaran bivak serta packing barang. Pada
saat sarapan pagi, pemantau dari panitia ditugaskan untuk mengecek apakah hewan
yang diberikan telah dimakan. Pada saat tersebut, peserta yang belum makan
hewan yang diberikan panitia diberikan kesempatan untuk makan hewan tersebut di
depan panitia. Kegiatan berjalan lancar walaupun peserta terlihat tidak tega dalam
mengonsumsinya. Kegiatan pada hari ke empat dilakukan di Camp 3 hingga pukul
13.00. kegiatan tersebut antaralain:
1. Praktik
pencarian air, praktik pemasangan trap. Masing-masing peserta membuat satu trap
dan satu cara mendapatkan air. Pada saat pembuatan peserta dipantau sekaligus
diberikan arahan oleh Kang Hendra. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dena
berlangsung hingga pukul 12.00.
2. ISOMA.
Kegiatan ini dilakukan setelah masing-masing peserta membuat trap dan membuat
cara mendapatkan air. pada saat istirahat ransum dibagikan kembali dan makan
ala survival ditutup. Peserta terlihat senang karena dapat kembali
makan-makanan seperti biasa.
3. Praktik
mencari makanan. Peserta diharuskan mencari minimal 7 jenis tumbuhan yang dapat
dikonsumsi. Kegiatan ini dipantau oleh Kang Makmur. Peserta bersemangat dan
saling membantu dalam pencarian tumbuhan. Dari kegiatan ini, peserta
mendapatkan penjelasan tentang tumbuhan yang telah didapat. Kendala dalam
kegiatan ini ialah masih terdapat kesulitan dalam membedakan tanaman yang dapat
dikonsumsi maupun tidak karena terdapat kemiripan. Kegiatan ini berlangsung
hingga sore hari.
4. Perjalanan
menuju Camp 4. Perjalanan menuju Camp 4 naik-turun bukit, sehingga peserta
harus hati-hati dan saling bekerja sama dengan peserta lain. Jarak antara Camp
3 dan Camp 4 tidak terlalu jauh sehingga peserta sampai di Camp 4 masih dengan
cepat. Kendala yang terjadi yaitu dalam perjalanan peserta terpeleset karena
jalan yang naik-turun.
5. Pembuatan
bivak. peserta diharuskan membuat bivak ponco solo yang digunakan untuk tidup
pada malam harinya. Peserta dipandu dalam pemilihan tempat. Jarak tempat
pendirian bivak antara peserta satu dengan yang lainnya harus mempunyai jarak
yang cukup jauh. Hal ini dapat menguji mental para peserta. Peserta diberikan
kebebasan untuk membuat bivak. Kegiatan ini berlangsung hingga petang dan
berjalan dengan lancar meskipun hujan sempat turun. Sebelum pembuatan bivak
berlangsung peserta diberikan kesempatan untuk mengambil air yang cukup jauh
jaraknya dengan camp 4. Apabila air habis, peserta harus mempraktikan cara-cara
mendapatkan air yang telah diajarkan di hari sebelumnya.
6. Praktik
masak dengan bambu. Kagiatan ini dilaksanakan setelah evaluasi. Peserta
terlihat senang dan bersemangat, sesekali menyanyikan lagu untuk mneyemangati.
Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 23.00, akan tetapi bahan makanan yang
dibakar belum matang sehingga untuk sarapan esok harinya peserta harus
menyiapkan makanan yang lainnya.
7. Istirahat.
Peserta istirahat di bivak masing-masing dan membuat perapian. Pada malam
terakhir dalam kegiatan ini kemajuan dalam perapian sudah nampak. Perapian
nyala dan dapat menerangi bivak samapai pagi harinya.
Hari
kelima
Kegiatan di hari
kelima dimulai pukul 07.00 dengan keadaan peserta sudah memancking barang yang
dibawa. Berikut kegiatan yang dilakukan dihari kelima yang merupakan hari
terakhir dalam kegiatan “Kartini Jungle
Survival Basic Course 2012”:
1. Perjalanan
menuju danau. Perjalanan naik-turun bukit dan di pandu oleh Kang Hendra. Selama
perjalanan peserta terlihat senag karena akan berlatih menyeberangi dananu dan
kekompakan semakin erat terasa di hari terakhir ini. Perjalanan menuju danau
berjalan lancara meskipun ada peserta yang terpeleset.
2. Penyeberangan.
Sebelum melakukan penyeberangan Kang Daway selaku pemandu menjelaskan hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penyeberangan seperti : cara memacking carier
yang akan digunakan sebagai pelampung, cara memakai carrier sebagai pelampung,
cara berenang dan menyelamatkan diri ketika terjadi hambatan. Dalam
penyeberangan peserta menggunakan pengaman tali yang disambung dengan pengaman
yang dipakai peserta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Hambatan dalam
kegiatan ini ialah para peserta ada yang belim bia berenang sehingga memerlukan
waktu yang lama untuk menyeberangi dan memerlukan pemantauan yang cukup dari
pelatih. Pelatih dalam penyeberangan ini ialah Kang Daway dan Kang Makmur.
3. Pengenalan
Ular. Kegiatan pengenalan ular dilakukan setelah peserta menyeberangi danau dan
membawa carier ke tempat yang telah disediakan. Pengenalan ular ini diberikan
oleh SIOUX (Lembaga Studi Ular Indonesia). Kegiatan ini meliputi: pengenalan
ular berbisa dan tidak berbisa, habitat ular, cara menangkap ular, dan
lain-lain. Peserta diberikan kesempatan untuk berlatih menangkap ular. Kegiatan
ini berjalan dengan lancar, akan tetapi karena waktu yang terbatas tidak semua
peserta mencoba menangkap ular yang berbisa, selain itu peserta juga dalam
keadaan basah sehingga kurang nyaman dalam menerima materi.
4. Rapling.
Rapling merupakan kegiatan terakhir yang dilakukan di lapangan dalam kegiatan
“Kartini Jungle Survival Basic Course
2012”. Kegiatan ini dipandu oleh Kang Daway, Kang Tegug, Kang Emon, dan Kang
Makmur Peserta diajarkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam rapling seperti:
cara menggunakan pengaman, cara menuruni tebing, cara mengatasi ketakutan akan
tinggi. Tebing yang dituruni oleh peserta setinggi 15 meter. Peserta nampak
antusias dan semangat walaupun sebagian ada yang merasa takut. Kendala yang
terjadi yaitu peserta terkena batu dalam melangkah hingga menimbulkan memar,
akan tetapi kendala tersebut masih dapat teratasi.
5. Penutupan.
Setelah melakukan kegiatan selama lima hari di hutan dengan makanan seadanya,
sesampainya di Base Camp YSI peserta diberikan makanan yang cukup “wah”.
Peserta nampak senang dan bersemangat, akan tatapi sebelum dilakukan acara
makan-makan, dilakukan upacara dan penutupan. Penutupan dilakukan oleh Bapak Herry
Heryanto selaku ketua Yayasan Survival Indonesia. Upacara diikuti seluruh
peserta dan pendukung kegiatan seperti dari SIOUX, Eiger, serta panitia lain
maupun para Kartini Jungle di tahun sebelumnya. Upacara dan penutupan berjalan
dengan lancar dilanjutkan dengan acara jabat tangan.

wah manteb tuh.... itu basic course ya.... minggu ini harusnya ikut juga yang di papandayan tapi ga ada waktu....
BalasHapusbut at least pernah merasakan sebelumnya...
ia,,hohohoooo,,,
Hapusyang papndayan apa?hho
pernah juga dmana?hoo