TOP NEWS

Senin, 01 Oktober 2012

sekelumit petualanganku di kartini jungle....


Peserta pelatihan berjumlah duabelas orang, terdiri atas sembilan mahasiswa dan dua reporter dari televisi swasta. Kebanyakan peserta berasal dari mahasiswa pecinta alam. Kegiatan pelatihan “Kartini Jungle Survival Basic Course” dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari tanggal 17-21 April 2012. Berikut adalah berita selengkapnya:
Hari Pertama
            Kegiatan hari pertama dimulai dengan registrasi pada pukul 07.00 dilanjutkan upacara beserta pembukaan lalu pemberian matrei ruang. Akan tetapi, karena ada masalah transportasi maka kami mengikuti acara tersebut mulai pukul 11.45 pada saat pemberian materi ruang tentang teknik survival. Isi dari materi yang disampaikan antara lain cara-cara bertahan hidup di hutan, cara mendirikan tempat berteduh dan istirahat, cara membuat api, cara mencari air, cara mendapatkan makanan di hutan, dan teknik survival lainnya. Materi tersebut merupakan materi terakhir yang diberikan di ruangan sebelum peserta melakukan kegiatan di lapangan.
            Acara selanjutnya yaitu ISOMA serta persiapan packing. Waktu istirahat saya gunakan untuk registrasi dan mengurus administrasi yang belum terpenuhi, setelah itu makan siang dan berkenalan dengan peserta lain. Dari Jogjakarta saya beserta teman saya Nurjanah Safitri yang meupakan Kartini Jungle 2010 dan bertugas menjadi pedamping untuk membantu berjalannya acara tersebut.        Setelah sekitar satu jam istirahat, acara dilanjutkan dengan packing barang. Semua barang yang ada dalam carier dikeluarkan dan diperlihatkan ke panitia untuk di cek. Perlengkapan yang harus dibawa yaitu sebagai berikut :
·         Ransel 70 liter
·         Matras
·         Ponco atau flysheet
·         Rain Coat
·         Sleeping Bag
·         Jaket atau sweater
·         Celana lapangan hitam
·         Pakaian ganti
·         Sepatu lapangan atau jungle boot
·         Kaos kaki + cadangan
·         Peralatan masak (nesting, kompor parafin + parafin)
·         Peralatan makan (piring, cangkir, sendok)
·         Peralatan mandi
·         Obat-obatan pribadi
·         Webing, carabiner, figur of eight
·         Sarung tangan kulit
·         Golok tebas, pisau lipat
·         Senter, batu baterai, lampu cadangan
·         Lilin dan korek api
·         Peluit
·         Buku catatan dan alat tulis
·         Trash bag besar
·         Tali pramuka
Sebelum memasukkan perlengkapan ke carier, peserta diajarkan memakai pengaman dari webbing dan carabiner. Semua peserta harus menggunakan pengaman ketika berada di lapangan. Perlengkapan yang sudah dicek dipacking dengan teknik yang diajarkan oleh pelatih. Peserta berangkat menuju camp 1 setelah semua siap dan melakukan sesi foto. Selama perjalanan peserta diajarkan tentang teknik yang tepat untuk mendaki gunung, mengenali teknik membawa carier, mengenali cara mengatasi hambatan jika dalam perjalanan mengalami kendala.
Di Camp 1, dilakukan pembagian kelompok menajdi dua yang terdiri dari ketua dan anggota. Kegiatan yang dilakukan di Camp 1 yaitu:
1.      Pembuatan bivak ponco beregu. Bivak dibuat dengan ponco atau flysheet peserta. Peserta ditunjukkan tempat untuk mendirikan bivak dan diajarkan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendirikan bivak seperti tempat yang sesuai, arah angin, kemiringan tempat, keadaan sekitar. Selain itu, peserta diajarkan tentang cara menali dalam pendirian bivak, cara mematok, serta pembuatan parit. Pembuatan bivak berjalan dengan lancar serta kerjasama antarpeserta dapat berjalan dengan baik. Kegiatan membuat bivak berlangsung hingga sore hari. Tidak terjadi hambatan yang berarti dalam penbuatan bivak, akan tetapi perlu kecepatan dalam membuat karena cuaca pada saat itu terlihat mendung.
2.      Memasak. Bahan makanan yang digunakan ialah ransum yang disediakan oleh panitia untuk persediaan setiap peserta selama berada di hutan. Dari kegiatan memasak peserta dapat belajar memasak dengan kompor parafin dan nesting. Dalam kegiatan memasak kerjasama antarpeserta juga terlihat baik karena bahan makanan yang digunakan untuk memasak dapat terpakai secara merata sesuai dengan jatah yang diberikan masing-masing peserta. Kerjasama antarpeserta juga terlihat dari pembagian kerja, yaitu ada sebagian peserta yang memasak dan sebagian lainnya mencari kayu untuk membuat perapian. Tidak terdapat hambatan dalam kegiatan memasak.
3.      Membuat perapian. Setelah peserta melakukan kegiatan memasak dan makan, kegiatan berikutnya ialah membuat perapian. Dari kegiatan membuat perapian peserta mengenali pemilihan kayu yang tepat untuk perapian, mengetahui teknik dalam menyalakan api, cara menyusun kayu agar api dapat menyala, serta mengetahui tempat yang tepat untuk menyalakan api. Hambatan yang terjadi dalam pembuatan api ialah api sukar menyala, hal ini disebabkan pada saat itu hujan turun serta persediaan kayu kurang banyak dan kayu yang tersedia dalam keadaan basah, serta pembuatan api dilakukan pada saat keadaan sudah gelap.
4.      Evaluasi. Evaluasi diadakan setiap hari oleh panitia. Akan tetapi pada hari petama evaluasi ditunda karena hujan turun sehingga kurang memungkinkan untuk  diadakan evaluasi pada hari tersebut. Selain itu, evaluasi ditiadakan dengan pertimbangan keadaan bivak peserta. Keadaan alas bivak yang saya tempati basah karena parit yang dibuat kurang dalam dan memungkinkan air membasahi alas.
5.      Istirahat.


Hari kedua
            Kegiatan dihari kedua dimulai pukul 08.00. Sebelumnya peserta membongkar bivak dan packing barang karena kegiatan di hari kedua akan dilakukan di Camp 2. Dalam perjalanan menuju Camp 2 peserta belajar teknik berjalan melewati bukit serta mengenali teknik berjalan menuruni lembah. Kendala yang terjadi yaitu peserta terpeleset ketika menaiki maupun menuruni bukit. Kegiatan yang dilakukan di Camp 2 yaitu:
1.      Membuat bivak alam. Bivak alam dibuat dengan daun-daunan dan batang yang ada di hutan. Sebelum mendirikan bivak, peserta mengenali tempat yang tepat untuk mendirikan, mencari kayu atau penyangga untuk membuat bivak alam, mencari daun yang dapat digunakan sebagai atap maupun alas. Kerjasama antar peserta terlihat baik karena telah dilakukan pembagian tugas pada peserta, dan tiap-tiap peserta mengerjakan tugas tersebut dengan semangat. Pembuatan bivak berlangsung hingga siang hari, akan tetapi dilakukan perbaikan pada sore hari setelah materi tentang botani dan trap. Kendala yang terjadi dalam pembuatan bivak yaitu pemasangan daun sebagai atap yang terbalik serta kurang kencang (tidak dianyam) sehingga ketika terjadi hujan pada malam harinya air masuk dan membasahi alas; pemilihan kayu untuk menyangga atap juga menjadi kendala, karena pada saat terjadi hujan penyangga tidak kuat menyangga daun yang basah.
2.      Materi botani. Dalam materi botani peserta diberikan materi pengenalan tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan yang dapat dikonsumsi serta pengenalan tumbuhan yang seharusnya tidak dikonsumsi, tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan obat. Hambatan yang terjadi yaitu kesulitan dalam membedakan tumbuhan karena tumbuhan satu dengan yang lainnya hampir sama, pengenalan tumbuhan dengan nama latin juga menjadi kendala.
3.      Materi trap. Dlam materi trap peserta dikenalkan bermacam-macam trap untuk menjebak binatang, diajarkan cara membuat trap, mengenali tempat yang sesuai untuk memasang trap, mengenali jejak binatang serta tempat yang sering dilalui binatang. Kegiatan berjalan lancar dan banyak peserta yang antusias untuk memperhatikan dan mencoba. Kendala yang ada yaitu tidak pada saat membuat salah satu trap tidak dilakukan hingga selesai sehingga trap yang dimaksud belum terlihat dengan jelas. Materi trap dilaksanakan setelah materi botani selesai hingga pukul 14.00. kegiatan selanjutnya yaitu menyelesaikan bivak, memasak, dan membuat perapian.
4.      Membuat perapian. Perapian dibuat dengan mengumpulkan kayu terlebih dahulu. Sebagian peserta menyelesaikan bivak dan sebagian lainnya membuat perapian. Kendala yang terjadi yaitu penyusunan kayu untuk perapian belum tepat sehingga api masih sukar menyala serta kayu yang tersedia kurang banyak; pembuatan perapian juga dilakukan pada malam hari dimana pada saat itu hujan turun sehingga membuat kayu basah dan mmebuat api lama menyala.
5.      Evaluasi. Pada malam kedua hujan kembali turun sehingga evaluasi ditunda dan dilanjutkan kegiatan istirahat.
Hari ketiga
            Kegiatan di hari ketiga dimulai pukul 08.00 diawali dengan packing barang oleh peserta. Kegiatan untuk pagi harinya berada di Camp 2. Kegiatan tersebut meliputi:
1.      Materi perapian. Materi ini disampaikan oleh Kang Hendra. Peserta diberikan materi tentang cara-cara membuat api, benda-benda yang dapat menimbulkan api misal: kaca pembesar, pemantik magnesium, kayu, parafin, aul, serutan kayu. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba alat-alat yang sudah disediakan untuk menimbulkan api. Kegiatan berjalan lancar dan dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan api oleh masing-masing peserta. Hambatan dalam kegiatan ini adalah perapian yang dibuat oleh masing-masing peserta belum menyala tetapi waktu untuk meteri perapian telah selesai.
2.      Memasak dengan bambu. Materi ini disampaikan oleh Kang Makmur. Peserta diajarkan cara memasak dengan bambu yang kemudian dibakar. Peserta diajarkan cara memilih bambu, membuka bagian tengahnya, serta membersihkan bagian dalam bambu, kemudian kegiatan memasukkan bahan makanan dalam bambu yang dilanjutkan dengan pemanggangan bambu. Masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk membuat alat masak dari bambu yaitu mulai dari membelah bagian tengahnya hingga membersihkan bagian dalamnya dengan air. Hambatan dalam kegiatan ini yaitu peserta belum mencoba memasukkan makanan dalam bambu serta memanggangnya.
3.      Mencari air. Materi ini disampaikan oleh Kang Makmur. Peserta diajarkan cara mencari air selain dari sungai. Teknik mencari air antara lain : kondensasi (membungkus ujung ranting yang banyak daun), pohon pisang yang dipotong bagian bawahnya dan dilubagni, embu, lumut, dan lain-lain. Kegiatan berjalan dengan lancar dan semua peserta antusias untuk mencoba.
4.      Istirahat. Peserta diberikan waktu untuk ISOMA selam satu jam. Peserta memasak ransum secara berkelompok.
5.      Packing ulang. Kegiatan ini dipandu oleh Kang Emon. Dalam kegiatan packing ulang peserta diwajibkan mengumpulkan ransum beserta segala macam makanan kepada panitia. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan peserta untuk survival dengan memanfaatkan dan menerapkan materi yang telah diajarkan sebelumnya. Kegiatan berjalan dengan lancar, semua peserta mengumpulkan ransum beserta makanan lainnya.
6.      Perjalanan menuju Camp 3. Dalam perjalanan menuju Camp 3 peserta diberikan kesempatan untuk mengambil daun-daunan yang akan digunakan untuk survival selama di hutan. Peserta antusias untuk mengambil daun-daun yang ada di sekitar perjalanan menuju Camp 4. Selain mengambil daun-daunan peserta juga mengambil akar yang akan digunakan untuk tali dlam pembuatan bivak.
7.      Pembuatan bivak. pembuatan bivak di Camp 3 dilakukan oleh peserta secara individu. Bivak yang dibuat yaitu bivak alam. Peserta mencari tempat yang sesuai serta mencari bahan-bahan untuk menirikan bivak. bivak yang dibuat digunakan peserta untuk istirahat pada malam harinya. Antara peserta satu dengan peserta lainnya membuat bivak dengan bentuk yang berbeda-beda seseuai dengan selera dan kebutuhan. Pembuatan bivak berjalan hingga sore hari dilanjutkan dengan kegiatan memasak menggunakan hasil alam yang telah didapat selama perjalanan serta hewan yang diberikan oleh panitia. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta semangat untuk mendirikan bivak.
8.      Evaluasi. Pada hari ketiga cuaca terang dan diadakan evaluasi oleh Kang Daway sebagai komandan dalam acara “Kartini Jungle Survival Basic Course”. Dalam evaluasi dibahas tentang kegiatan selama 3 hari sebelumnya serta diberikan informasi tentang keadaan di sekitar bivak untuk menjaga keamanan. Evaluasi dilakukan hingga pukul 21.00. evaluasi berjalan dengan lancar hanya saja peserta menjadi was-was dengan keadaan disekitar bivak yang telah dibuat.
9.      Istirahat. Peserta istirahat dalam bivak yang telah dibuat  serta membuat perapian. Kendala dalam kegiatan ini ialah sebagian peserta tidak membuat perapian.

Hari keempat
            Kegiatan di hari keempat diawalai dengan pembongkaran bivak serta packing barang. Pada saat sarapan pagi, pemantau dari panitia ditugaskan untuk mengecek apakah hewan yang diberikan telah dimakan. Pada saat tersebut, peserta yang belum makan hewan yang diberikan panitia diberikan kesempatan untuk makan hewan tersebut di depan panitia. Kegiatan berjalan lancar walaupun peserta terlihat tidak tega dalam mengonsumsinya. Kegiatan pada hari ke empat dilakukan di Camp 3 hingga pukul 13.00. kegiatan tersebut antaralain:
1.      Praktik pencarian air, praktik pemasangan trap. Masing-masing peserta membuat satu trap dan satu cara mendapatkan air. Pada saat pembuatan peserta dipantau sekaligus diberikan arahan oleh Kang Hendra. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dena berlangsung hingga pukul 12.00.
2.      ISOMA. Kegiatan ini dilakukan setelah masing-masing peserta membuat trap dan membuat cara mendapatkan air. pada saat istirahat ransum dibagikan kembali dan makan ala survival ditutup. Peserta terlihat senang karena dapat kembali makan-makanan seperti biasa.
3.      Praktik mencari makanan. Peserta diharuskan mencari minimal 7 jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi. Kegiatan ini dipantau oleh Kang Makmur. Peserta bersemangat dan saling membantu dalam pencarian tumbuhan. Dari kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan tentang tumbuhan yang telah didapat. Kendala dalam kegiatan ini ialah masih terdapat kesulitan dalam membedakan tanaman yang dapat dikonsumsi maupun tidak karena terdapat kemiripan. Kegiatan ini berlangsung hingga sore hari.
4.      Perjalanan menuju Camp 4. Perjalanan menuju Camp 4 naik-turun bukit, sehingga peserta harus hati-hati dan saling bekerja sama dengan peserta lain. Jarak antara Camp 3 dan Camp 4 tidak terlalu jauh sehingga peserta sampai di Camp 4 masih dengan cepat. Kendala yang terjadi yaitu dalam perjalanan peserta terpeleset karena jalan yang naik-turun.
5.      Pembuatan bivak. peserta diharuskan membuat bivak ponco solo yang digunakan untuk tidup pada malam harinya. Peserta dipandu dalam pemilihan tempat. Jarak tempat pendirian bivak antara peserta satu dengan yang lainnya harus mempunyai jarak yang cukup jauh. Hal ini dapat menguji mental para peserta. Peserta diberikan kebebasan untuk membuat bivak. Kegiatan ini berlangsung hingga petang dan berjalan dengan lancar meskipun hujan sempat turun. Sebelum pembuatan bivak berlangsung peserta diberikan kesempatan untuk mengambil air yang cukup jauh jaraknya dengan camp 4. Apabila air habis, peserta harus mempraktikan cara-cara mendapatkan air yang telah diajarkan di hari sebelumnya.
6.      Praktik masak dengan bambu. Kagiatan ini dilaksanakan setelah evaluasi. Peserta terlihat senang dan bersemangat, sesekali menyanyikan lagu untuk mneyemangati. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 23.00, akan tetapi bahan makanan yang dibakar belum matang sehingga untuk sarapan esok harinya peserta harus menyiapkan makanan yang lainnya.
7.      Istirahat. Peserta istirahat di bivak masing-masing dan membuat perapian. Pada malam terakhir dalam kegiatan ini kemajuan dalam perapian sudah nampak. Perapian nyala dan dapat menerangi bivak samapai pagi harinya.
Hari kelima
Kegiatan di hari kelima dimulai pukul 07.00 dengan keadaan peserta sudah memancking barang yang dibawa. Berikut kegiatan yang dilakukan dihari kelima yang merupakan hari terakhir dalam kegiatan “Kartini Jungle Survival Basic Course 2012”:
1.      Perjalanan menuju danau. Perjalanan naik-turun bukit dan di pandu oleh Kang Hendra. Selama perjalanan peserta terlihat senag karena akan berlatih menyeberangi dananu dan kekompakan semakin erat terasa di hari terakhir ini. Perjalanan menuju danau berjalan lancara meskipun ada peserta yang terpeleset.
2.      Penyeberangan. Sebelum melakukan penyeberangan Kang Daway selaku pemandu menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyeberangan seperti : cara memacking carier yang akan digunakan sebagai pelampung, cara memakai carrier sebagai pelampung, cara berenang dan menyelamatkan diri ketika terjadi hambatan. Dalam penyeberangan peserta menggunakan pengaman tali yang disambung dengan pengaman yang dipakai peserta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Hambatan dalam kegiatan ini ialah para peserta ada yang belim bia berenang sehingga memerlukan waktu yang lama untuk menyeberangi dan memerlukan pemantauan yang cukup dari pelatih. Pelatih dalam penyeberangan ini ialah Kang Daway dan Kang Makmur.
3.      Pengenalan Ular. Kegiatan pengenalan ular dilakukan setelah peserta menyeberangi danau dan membawa carier ke tempat yang telah disediakan. Pengenalan ular ini diberikan oleh SIOUX (Lembaga Studi Ular Indonesia). Kegiatan ini meliputi: pengenalan ular berbisa dan tidak berbisa, habitat ular, cara menangkap ular, dan lain-lain. Peserta diberikan kesempatan untuk berlatih menangkap ular. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, akan tetapi karena waktu yang terbatas tidak semua peserta mencoba menangkap ular yang berbisa, selain itu peserta juga dalam keadaan basah sehingga kurang nyaman dalam menerima materi.
4.      Rapling. Rapling merupakan kegiatan terakhir yang dilakukan di lapangan dalam kegiatan “Kartini Jungle Survival Basic Course 2012”. Kegiatan ini dipandu oleh Kang Daway, Kang Tegug, Kang Emon, dan Kang Makmur Peserta diajarkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam rapling seperti: cara menggunakan pengaman, cara menuruni tebing, cara mengatasi ketakutan akan tinggi. Tebing yang dituruni oleh peserta setinggi 15 meter. Peserta nampak antusias dan semangat walaupun sebagian ada yang merasa takut. Kendala yang terjadi yaitu peserta terkena batu dalam melangkah hingga menimbulkan memar, akan tetapi kendala tersebut masih dapat teratasi.
5.      Penutupan. Setelah melakukan kegiatan selama lima hari di hutan dengan makanan seadanya, sesampainya di Base Camp YSI peserta diberikan makanan yang cukup “wah”. Peserta nampak senang dan bersemangat, akan tatapi sebelum dilakukan acara makan-makan, dilakukan upacara dan penutupan. Penutupan dilakukan oleh Bapak Herry Heryanto selaku ketua Yayasan Survival Indonesia. Upacara diikuti seluruh peserta dan pendukung kegiatan seperti dari SIOUX, Eiger, serta panitia lain maupun para Kartini Jungle di tahun sebelumnya. Upacara dan penutupan berjalan dengan lancar dilanjutkan dengan acara jabat tangan.

2 komentar:

  1. wah manteb tuh.... itu basic course ya.... minggu ini harusnya ikut juga yang di papandayan tapi ga ada waktu....
    but at least pernah merasakan sebelumnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia,,hohohoooo,,,
      yang papndayan apa?hho
      pernah juga dmana?hoo

      Hapus